Demokrat : 14 Prioritas ala SBY Muncul Akibat Kebijakan Jokowi




Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan 14 prioritas Demokrat untuk rakyat muncul akibat dari kebijakan-kebijakan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang dianggap merugikan masyarakat.

Ferdinand mengatakan pihaknya menyerap aspirasi masyarakat ketika melakukan kunjungan ke ratusan kabupaten/kota dalam dua tahun terakhir. Menurut dia, banyak masyakarat di kelompok akar rumput yang mengeluh dengan kebijakan Jokowi.

"Kami mengerti betul bahwa pemerintahan Jokowi dan Jokowi sendiri tidak akan mampu berbicara seperti ini, karena apa yang terjadi ini adalah akibat perbuatan dan kebijakan Jokowi sendiri yang mencabut subsidi menaikan tarif listrik dan sebagainya," kata Ferdinand kepada CNNIndonesia.com, Selasa (1/1).

Ferdinand mengklaim 14 prioritas Demokrat untuk rakyat adalah bentuk respons atas kebijakan Jokowi yang bertentangan dengan prioritas rumusan dari partai besutan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut Ferdinand, 14 prioritas Demokrat yang disampaikan SBY itu mati di era pemerintahan Jokowi. Ferdinand menuding kebijakan-kebijakan yang diambil Jokowi terlalu liberal dan tak memerhatikan kepentingan rakyat.

"Program ini semua mati di era Jokowi, maka kami akan bangkitkan kembali semangat negara memelihara rakyatnya," ujarnya.

"Kalau Pak Jokowi menjalankan ini tentu prioritas ini tidak akan muncul, karena sudah dijalankan. Tetapi karena prioritas ini tidak dijalankan maka harus kami munculkan, sebagai sebuah jawaban," kata Ferdinand menambahkan.






Terapkan Bersama Prabowo-Sandi

Lebih lanjut, Ferdinand meyakini masyarakat di bawah akan merasakan perubahan secara drastis bila 14 prioritas tersebut bisa dilaksanakan secara baik dan benar.

"Tentu masalah bangsa bukan hanya 14 priortias ini, tapi ini adalah prioritas yang paling atas, masih banyak masalah lain," ujarnya.

Anggota Direktorat Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu menyatakan Demokrat akan langsung berusaha mewujudkan 14 prioritas itu bersama paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bila berhasil menang pada pemilihan presiden dan pemilihan legislatif 2019.

"Ini akan menjadi solusi cepat dan baik bagi keluh kesah masyarakat. kami berharap ini bisa berjalan, dan kami meminta dukungan dari seluruh masyarakat agar prioritas ini bisa kita wujudukan," kata Ferdinand.

Sebelumnya, SBY mengatakan pihaknya telah merumuskan 14 prioritas Demokrat untuk rakyat bila menang dalam pemilihan umum (Pemilu) 2019. Rumusan 14 prioritas itu diserap dari pertemuan dan dialog bersama rakyat di ratusan kabupaten dan kota dalam dua tahun terakhir.

SBY menyampaikan 14 prioritas Demokrat untuk rakyat itu dalam akun twitter pribadinya, @SBYudhoyono yang diposting pada Selasa (1/1). Rentetan kicauan Presiden RI ke-6 itu disertai dengan inisial *SBY*.

SBY menyampaikan bahwa prioritas pertama partai berlambang bintang mercy itu adalah menciptakan lebih banyak lapangan kerja, termasuk untuk kaum milenial dan perempuan, serta batasi tenaga kerja asing. 

Prioritas Demokrat selanjutnya di antaranya mengelola keuangan dan tingkatkan pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dengan mengutamakan golongan kurang mampu, memberikan subsidi listrik untuk golongan kurang mampu dan menyediakan secara cukup Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium.

Kemudian mempertahankan subsidi pupuk untuk petani dan setop impor pangan ketika musim panen, hingga melanjutkan dan meningkatkan program pro rakyat SBY, seperti Dana BOS, Bidik Misi, BPJS, bantuan lansia, disabilitas dan bencana, PKH, beras untuk keluarga miskin, BLT/BLSM, KUR, PNPM dan lainnya untuk mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial.

==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==
==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==