Yunarto: Pasukan Baliho Robek Nangis-nangis Lagi Seru Nih Nyerang Presiden Sedang Pencitraan


AKURAT.CO Kunjungan Presiden Joko Widodo dan menteri-menterinya ke pesisir Kabupaten Pandeglang, Banten, yang pada Sabtu (22/12/2018) lalu diterjang tsunami disindir sejumlah pihak dengan menyebutnya pencitraan.
Barangkali terusik dengan komentar-komentar negatif tentang kegiatan calon presiden petahana meninjau penanganan pascatsunami, Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya membuat pernyataan yang bisa jadi membuat kuping yang tersindir menjadi merah.
"Pasukan baliho robek nangis-nangis lagi seru nih nyerang presiden sedang pencitraan..." kata Yunarto Wijaya melalui Twitter.
Rupanya politikus Partai Demokrat Cipta Panca Laksana terpancing untuk menanggapi tweet Yunarto Wijaya dan dia menulis tweet sekaligus mengunggah video untuk menyindir.
"Sabar To, mau shooting dulu. Mudah-mudahan bukan ente penasehat komunikasinya ya. Btw, Selamat Natal To," kata Cipta Panca Laksana melalui akun Twitter @panca66.
Percakapan pun berlanjut. Netter dengan akun @meow_leader menyinggung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. "Tetep sih, akting meweknya SBY paling juara.. layak dapat Oscar, Lohan dan patin," kata dia.
Cipta Panca Laksana agaknya kurang sreg dengan komentar yang menyinggung ketua umumnya. "Kapan SBY nangis? Hoax aja loe," katanya.
Penyanyi Sammy Simorangkir ikut berpendapat. Menurut dia fotografer yang mengambil gambar Presiden Jokowi ketika sedang kunjungan kerja tidak bisa disalahkan.
‏"Ada namanya pekerjaan fotografer kepresidenan yang nyari nafkah untuk keluarganya ya moto-moto, semua presiden juga punya ... terus beredar foto-foto presiden ninjau lokasi, next fotografernya suruh jadi mekanik balap liar aja," kata @sammy0809SmrgkR.
Setelah Jokowi meninjau penanganan pascatsunami, kemarin, ramai pembicaraan soal itu di media sosial. Sebagian orang mengapresiasinya, sebagian lagi menyindir-nyindirnya.
Menurut politikus Partai Demokrat Andi Arief para pemimpin dunia mengucapkan duka cita terhadap tsunami yang terjadi di Selat Sunda. "Presiden Jokowi mengirim foto sembari bilang bencana harus masuk kurikulum. Pengetahuan manusia tergambar dalam hatinya," kata Andi Arief melalui akun Twitter @AndiArief__
Andi Arief memuji Gubernur Jakarta Anies Baswedan dalam menanggapi korban bencana alam itu. Menurut dia untuk menilai seorang pemimpin bekerja tulus untuk masyarakat atau tidak bisa dilihat dari cara merespon bencana.
"Cara melihat pemimpin itu tulus bekerja untuk rakyat atau tidak, bisa dilihat saat merespon bencana atau saat krisis. Kalau hanya soal membelanjakan APBN atau pengeluaran negara semua juga bisa. Menurut saya @aniesbaswedan jauh lebih bekerja dengan hati di saat bencana," kata dia.
Beberapa waktu yang lalu, Anies Baswedan menyatakan pemerintah Jakarta siap membantu apapun yang dibutuhkan untuk penanganan bencana tsunami Selat Sunda yang menerjang beberapa pantai di Banten dan Lampung. "Untuk bantuan, kami selalu mengikuti kebutuhan apa yang diperlukan, kami posisinya siap, tadi pagi kami kirim ambulans dan tim ke sana juga, kita lihat kebutuhan dari Banten. Tim BPBD DKI dan BPBD Banten juga terus berkomunkasi intensif," ujar Anies Baswedan di RSUD Tarakan, Jakarta, pada Minggu (23/12/2018), malam.
Sedangkan politikus Partai Amanat Nasional Mustofa Nahrawardaya melalui akun Twitter @AkunTofa menulis, "Area bencana disterilkan dari para relawan kemanusiaan. Lalu, dia muncul pakai celana jeans. Fotografer action. Sepi. Seolah hanya dia yang punya hati. Yang paling peduli. Sejak 1945 belum pernah ada fenomena kayak gini. #DraftCerpen."
Sementara Rustam Ibrahim melalui akun Twitter @RustamIbrahim memuji mobilitas Jokowi. Dia memuji fisik Jokowi yang tetap prima, meskipun kegiatannya padat.
"Bukan main mobilitas @jokowi demi rakyatnya. Baru kemarin Presiden berada di Tanah Toraja untuk menghadiri perayaan Natal umat Kristiani, pagi ini langsung ke Banten mengunjungi rakyatnya yang terkena bencana Tsunami," kata dia.
Rustam Ibrahim menilai Jokowi akan membawa negara ini ke arah yang jauh lebih baik.
"Bagi saya Presiden @jokowi itu predictable (dapat diprediksi). Jika dia terpilih lagi kita bisa lega Indonesia akan baik-baik saja. Tidak ada rasa takut, kuatir, was-was, ragu, bimbang. Komitmennya jelas, kepeduliannya jelas, kebijakannya jelas, perilaku dan kehidupan keluarganya jelas," kata dia.
==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==
==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==