Prabowo Janji Rebut Kekayaan Negara dari Asing, Abdillah Toha: Kasihan Orang-orang yang Terbius Pidato


Penasehat Wakil Presiden RI bidang Telaah Strategi sekaligus pendiri Partai PAN, Abdillah Toha mengomentari akun Cak Khum mengenai pidato calon presiden (capres) Prabowo Subianto yang menggemakan akan merebut kembali kekayaan Indonesia yang menurutnya banyak dikuasai oleh orang asing.

Dia menyindir akun pendukung kubu tersebut, dan menantang mereka untuk menanyakan beberapa hal terkait kekayaan serta kemiskinan terhadap keluarga Prabowo serta keluarganya.

"Kasian orang-orang yang terbius pidato berapi-api ini. Coba Anda ke istananya di Hambalang, kalau berhasil lewat pagarnya. Ajukan 2 pertanyaan kepadanya dan adiknya yang masuk terkaya di negeri ini. 1. Darimana asal usul kekayaannya. 2. Berapa banyak sedekah dia kepada orang miskin. Kasih kabar ya," tweet akun @AT_AbdillahToha, Kamis (27/12).

Sebelumnya, akun @CakKhum me-mention akun Abdillah Toha untuk mendengarkan pidato dari capres nomor urut 2 tersebut. Di video itu, Prabowo begitu antusias dengan menyerukan kepada pendukungnya untuk mendukung dia mencoba mensejahterakan kembali Rakyat Indonesia yang dianggap memasuki tahap kemiskinan.

"Saya tidak rela rakyat kita miskin, karena bangsa kita tidak miskin, bangsa kita tidak miskin, dan saya akan berjuang sampai kekayaan kita kembali ke rakyat Indonesia" ~Prabowo Subianto~Cc @AT_AbdillahToha dengerin baik-baik ya kek. #2019GantiPresiden," mention Cak Khum yang merupakan salah satu timses Prabowo.

Sebelumnya, tema kemiskinan ini terus digaungkan oleh Prabowo Subianto. Dia merasa prihatin dengan kondisi Indonesia yang kemiskinannya setingkat dengan Afrika, termasuk Rwanda dan Haiti yang ramai dijadikan bahan meme dari para pejabat publik serta politikus.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengatakan perlu proses untuk menurunkan ketimpangan, kemiskinan, sehingga gini ratio selama empat tahun terakhir ini tidak bisa langsung meloncat.
"Kita ingin juga menurunkan ketimpangan, kemiskinan. Dan empat tahun ini gini ratio turun dari 0,41 jadi 0,38. Memang tidak bisa langsung melompat," katanya saat bicara dalam acara ulang tahun MetroTV yang ke-16 di Jakarta, Senin malam (26/11).
Karena proses gini ratio membesar juga jangka panjang, menurunkan juga butuh waktu, tambah Kepala Negara.

==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==
==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==